![]() |
| Pep Guardiola Bisa Besar Di Barcelona Berkat Johan Cruyff |
Berita Bola - - Pep Guardiola Dapat Besar Di Barcelona Karena Johan Cruyff
Sebelumnya tutup umur, bekas pelatih serta pemain FC Barcelona Johan Cruyff mengungkap kalau Josep Guardiola tak diperlukan oleh Barcelona serta pernah bakal dilepaskan.
Dalam buku yang bakal launching pada 6 Oktober kelak yang ditulis oleh Cruyff berbarengan seseorang jurnalis dari The Times mengungkap rahasia yang sedikit di ketahui oleh umum.
Menurut eks pesepakbola yang populer ekstentrik itu, Blaugrana pernah tak melirik Guardiola sebelumnya pada akhirnya ia turun tangan.
Dapat dibuktikan di masa datang bila Guardiola jadi sosok vital dalam keberhasilan club, baik saat sebagai pemain atau pelatih.
BACA JUGA Pembalap MotoGP Ini Meyakini Barcelona Menangi El Clasico
“Barca menginginkan jual dia. Mereka berasumsi dia sangat kurus, jelek dalam pertahanan serta kurang baik dalam duel di hawa, ” catat Cruyff.
“Yang tak diliat umumnya orang yaitu dia memiliki kwalitas basic untuk berkembang lebih hebat lagi ; seseorang pesepakbola dengan otak, kecepatan dalam pengambilan ketentuan serta tehnik. ”
“Jika saya tak ada di Barcelona, Guardiola mungkin saja bakal di jual ke club divisi dua, ” lebih Cruyff.
Lihat keberhasilan Guardiola di Azulgrana, Bayern Munich serta saat ini di Manchester City, Cruyff menilainya pemain kesayanganya itu telah mempunyai bakat sebagai pelatih mulai sejak aktif bermain dulu.
“Dia menginginkan bos (pelatih). Seorang yang dapat bikin ketentuan serta ingin terima konsekwensinya. ”
BACA JUGA Lionel Messi Bolos Latihan Selesai Kalah
Pada 2012 silam, Guardiola mengambil keputusan hengkang dari Barcelona dengan argumen telah tak kuat dengan desakan serta ekspektasi selalu untuk menang di Barca.
Tetapi saat itu Cruyff menilainya bila Guardiola berniat disingkirkan oleh Sandro Rosell yang tidak mau ada pihak-pihak yang dekat dengan dianya serta Joan Laporta.
Telah jadi rahasia umum, bila Cruyff begitu membuat perlindungan Guardiola, terlebih saat Pep dilanda kritikan di musim pertamanya di Barcelona.
